Dari Pendampingan Korban PHK hingga Wisudawan Terbaik, Ferdy Hasan Haswin Raih Anugerah Kategori Pengabdian

PONTIANAK – Perjalanan Ferdy Hasan Haswin, S.H. sebagai mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas Di tengah kesibukannya menyelesaikan pendidikan.

ia memilih terlibat langsung mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum.

Bacaan Lainnya

Konsistensi tersebut akhirnya mendapat apresiasi. Pada momentum wisuda, Ferdy Hasan Haswin meraih Wisudawan Terbaik Anugerah Kategori Pengabdian

Penghargaan itu menjadi penanda atas perjalanan pengabdian yang selama ini ia jalankan, khususnya melalui keterlibatannya bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pontianak dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat.

Salah satu fokus pengabdiannya adalah mendampingi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bersama LBH Pontianak

Ferdy turut membantu masyarakat memahami persoalan hukum yang mereka hadapi, termasuk memberikan pendampingan agar hak-hak mereka dapat diperjuangkan melalui jalur hukum yang tersedia.

BACA JUGA : DPRD Pontianak Dorong Solusi Jangka Panjang Hadapi Krisis Air Saat Musim Kemarau

Bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan, persoalan PHK tidak hanya berkaitan dengan hilangnya sumber penghasilan.

Di baliknya terdapat persoalan mengenai hak pekerja, keberlangsungan kehidupan keluarga, serta ketidakpastian mengenai langkah hukum yang harus ditempuh.

Di tengah kondisi tersebut, Ferdy memilih hadir melalui pendampingan hukum.

Baginya, akses terhadap keadilan seharusnya tidak hanya dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. Masyarakat yang berada dalam kondisi sulit juga memiliki hak untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan perlindungan hukum.

Bagi saya, pengabdian bukan hanya tentang hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi bagaimana ilmu yang kita miliki benar-benar dapat digunakan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap keadilan ujar Ferdy.

Pengabdian tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas akademiknya. Ferdy menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Syariah IAIN Pontianak dengan latar belakang Hukum Ekonomi Syariah.

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, advokasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman turun langsung mendampingi masyarakat kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.

Ilmu hukum yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga dihadapkan langsung dengan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Penghargaan yang Menjadi Tanggung Jawab bagi Ferdy, predikat Wisudawan Terbaik Anugerah Kategori Pengabdian bukan sekadar penghargaan pada hari wisuda.

Penghargaan tersebut justru menjadi pengingat bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat.

Ia berharap perjalanan pengabdian yang telah dilakukan selama menjadi mahasiswa dapat terus dilanjutkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan, terutama mereka yang menghadapi persoalan hukum tetapi memiliki keterbatasan dalam mengakses bantuan hukum.

Perjalanan Ferdy memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya dapat dilihat dari pencapaian akademiknya.

Di luar ruang kelas, terdapat masyarakat yang membutuhkan ilmu, tenaga, dan keberpihakan dalam bentuk pendampingan yang nyata.

Dari mendampingi korban PHK hingga menerima penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik Anugerah Kategori Pengabdian, langkah Ferdy menunjukkan satu hal:

ilmu hukum tidak berhenti ketika perkuliahan berakhir, tetapi justru mulai diuji ketika hadir di tengah persoalan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *