DPRD Pontianak Dorong Solusi Jangka Panjang Hadapi Krisis Air Saat Musim Kemarau

PONTIANAK — Krisis air bersih yang terjadi saat musim kemarau menjadi perhatian serius DPRD Kota Pontianak.

Kondisi tersebut dinilai tidak cukup hanya ditangani melalui bantuan air bersih sementara, tetapi membutuhkan kebijakan dan solusi jangka panjang.

Bacaan Lainnya

DPRD Kota Pontianak berkomitmen untuk membahas persoalan ketersediaan air bersih bersama pemerintah daerah dan pihak terkait

Langkah ini diperlukan agar masyarakat memiliki akses air yang memadai, khususnya ketika kemarau berkepanjangan terjadi.

Persoalan krisis air dinilai perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.

Suhardi selalu Anggota Dewan DPRD Kota Pontianak Fraksi Partai Gerindra mengatakan

“Akan Menyuarakan dan Membahas terkait Rencana Jangka panjang untuk membahas solusi kongkrit yang akan diberikan ketika krisis air yang disebabkan musim kemarau berkepanjangan disetiap tahunya, untuk sementara kami akan komitmen untuk memberikan pembagian air bersih gratis seiring berjalannya waktu” Ujarnya

Pemerintah diharapkan dapat menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari peningkatan infrastruktur penyediaan air bersih, pengelolaan sumber air, hingga sistem distribusi yang mampu menjangkau masyarakat terdampak.

BACA JUGA : Kanwil Hukum Kalbar Melakukan Monitoring dan Evaluasi Bersama LBH Pontianak

Bantuan air melalui pendistribusian air tangki memang dapat menjadi solusi darurat.

Namun, langkah tersebut tidak dapat terus menjadi satu-satunya pilihan ketika masyarakat menghadapi musim kemarau setiap tahun.

DPRD Kota Pontianak mendorong agar persoalan ini dibahas secara komprehensif sehingga dapat menghasilkan program yang berkelanjutan dan tidak hanya bersifat responsif ketika krisis sudah terjadi.

Dengan adanya komitmen pembahasan tersebut, diharapkan pemerintah bersama DPRD dapat merumuskan kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan air Kota Pontianak.

Krisis air saat musim kemarau diharapkan tidak lagi menjadi persoalan berulang yang selalu menunggu bantuan darurat, melainkan dapat diantisipasi melalui perencanaan jangka panjang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *