Bawaslu Kalbar Gandeng Parapreneur Indonesia, Perkuat Pengawasan Pemilu Inklusif

Pengawasan pemilu inklusif

Pontianak – Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat terus memperluas jejaring pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk komunitas dan organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Bawaslu Kalbar ke Parapreneur Indonesia, organisasi yang berfokus pada pemberdayaan kaum disabilitas di Kalimantan Barat. Pertemuan berlangsung di Cafe 1/2 Kopi Tiam, Pontianak, Senin (31/8/2026).

Bacaan Lainnya

Rombongan Bawaslu Kalbar dipimpin oleh Yosef Harry Suyadi dan disambut langsung oleh Ketua Parapreneur Indonesia, Mustaat Saman, bersama sejumlah pengurus dan anggota Parapreneur Indonesia.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menjajaki kerja sama dalam meningkatkan pengawasan partisipatif sekaligus mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses demokrasi dan kepemiluan.

Keterlibatan kelompok disabilitas dinilai penting dalam mewujudkan pemilu yang inklusif. Penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang harus mendapatkan akses dan perlindungan dalam pemilu, tetapi juga memiliki posisi penting sebagai subjek dan bagian aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Melalui kolaborasi dengan Parapreneur Indonesia, Bawaslu Kalbar dapat memperluas pendidikan kepemiluan dan pengawasan partisipatif kepada komunitas disabilitas. Sebaliknya, jaringan Parapreneur Indonesia dapat menjadi jembatan bagi Bawaslu untuk memahami sekaligus merespons berbagai kebutuhan dan persoalan kepemiluan yang dihadapi penyandang disabilitas di Kalimantan Barat.

BACA JUGA: Dorong Pemilu Tertib dan Kondusif, Bawaslu Melawi Adakan Konsolidasi Demokrasi

Yosef Harry Suyadi menyampaikan bahwa pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Bawaslu terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai kelompok, termasuk organisasi yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Pengawasan partisipatif harus menjadi gerakan bersama. Penyandang disabilitas juga memiliki hak dan peran yang sama dalam mengawal demokrasi,” demikian pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Ketua Parapreneur Indonesia, Mustaat Saman, menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Bawaslu dapat membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan edukasi kepemiluan sekaligus berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaborasi antara Bawaslu Kalbar dan Parapreneur Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan politik, literasi kepemiluan, pemenuhan hak politik penyandang disabilitas, serta penguatan pengawasan partisipatif yang inklusif.

Dari ruang inklusi, bersama mengawal demokrasi.


*RED/RLS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *