Krisis air bersih yang terjadi di Kabupaten Mempawah harus menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah dan DPRD.
Bantuan air melalui mobil tangki memang diperlukan sebagai langkah darurat, tetapi tidak boleh menjadi solusi yang terus berulang setiap musim kemarau.
Pemda dan DPRD harus mencari solusi konkret dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki jaminan akses air bersih, baik saat kondisi normal maupun ketika terjadi kekeringan.
Langkah pertama adalah memetakan wilayah yang rawan krisis air, kebutuhan masyarakat, serta potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan.
Dari pemetaan tersebut, pemerintah harus menyusun program jangka panjang seperti pembangunan embung atau reservoir, jaringan perpipaan, sarana penampungan air, dan infrastruktur lainnya sesuai kondisi masing-masing wilayah.
DPRD juga harus memastikan persoalan ini masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah, bukan hanya dibahas ketika krisis sudah terjadi.
BACA JUGA :Â Sinergi di Lapangan, Ketua RT Dzulkarnain Apresiasi Verifikasi Langsung Penerima Bansos Kemensos
Pemerintah perlu memiliki sistem kesiapsiagaan sehingga ketika musim kemarau tiba, distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Persoalan air bersih juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, dunia usaha melalui CSR, serta masyarakat. Namun, koordinasi dan arah kebijakannya harus tetap jelas.
Krisis air bersih hari ini harus menjadi evaluasi untuk membangun ketahanan air Mempawah di masa depan.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan air tangki untuk bertahan hari ini, tetapi membutuhkan solusi agar tidak terus mengalami krisis yang sama setiap tahun.
Pemda dan DPRD Kabupaten Mempawah harus bergerak sekarang, sebelum krisis berikutnya kembali terjadi.
Opini : Dzulkarnain





