Ketapang – Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Ketapang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga dengan menyelenggarakan Coaching Clinic Pelatihan Khusus Wasit Standar Mini Football, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Icon Ketapang untuk sesi teori dan Karuna Minisoccer Ketapang untuk sesi praktik lapangan tersebut diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas para wasit sebagai perangkat pertandingan yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sepak bola mini di Kabupaten Ketapang.
Dukungan KSMI Kalimantan Barat
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Wasit dan Pelatih KSMI Provinsi Kalimantan Barat, Zainal Abidin, S.E., sebagai instruktur utama yang memberikan materi sesuai standar perwasitan Mini Football.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari jajaran Pengurus KSMI Provinsi Kalimantan Barat dengan hadirnya Ketua Komisi Teknik dan Pengembangan KSMI Provinsi Kalimantan Barat, Edo Pranata Bong, yang turut memantau secara langsung seluruh rangkaian pelaksanaan pelatihan.
BACA JUGA: Pimpin KONI Landak 2026–2030, Karolin Gerak Cepat Tatap Porprov Kalbar
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus komitmen KSMI Provinsi Kalimantan Barat dalam memastikan program pembinaan sumber daya manusia di daerah berjalan sesuai standar organisasi serta mampu mencetak perangkat pertandingan yang berkualitas.
Peningkatan Kualitas Wasit Jadi Prioritas
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris KSMI Kabupaten Ketapang, Achmad Junaidi, yang mewakili Ketua KSMI Kabupaten Ketapang. Dalam sambutannya, Achmad Junaidi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas wasit merupakan salah satu prioritas organisasi dalam membangun ekosistem sepak bola mini yang profesional dan berkelanjutan.
“Perkembangan sepak bola mini di Kabupaten Ketapang menunjukkan tren yang sangat positif. Semakin banyak turnamen dan komunitas yang terbentuk menjadi bukti bahwa olahraga ini semakin diminati masyarakat. Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para wasit sebagai penjaga integritas pertandingan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seorang wasit tidak hanya bertugas menegakkan peraturan permainan, tetapi juga harus memiliki integritas, objektivitas, kemampuan komunikasi, serta keberanian mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.
“Melalui Coaching Clinic ini kami berharap lahir wasit-wasit yang profesional, memahami regulasi permainan secara menyeluruh, serta siap memimpin pertandingan di berbagai level kompetisi, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada Zainal Abidin, S.E. selaku instruktur utama dan Edo Pranata Bong yang telah hadir memberikan dukungan serta melakukan pemantauan terhadap jalannya pelatihan.
Menurutnya, sinergi antara pengurus provinsi dan daerah merupakan faktor penting dalam memperkuat sistem pembinaan sepak bola mini di Kalimantan Barat.
Materi Teori dan Praktik
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori mengenai Laws of the Game Mini Football, interpretasi peraturan pertandingan, etika profesi wasit, teknik pengambilan keputusan, komunikasi di lapangan, manajemen pertandingan, hingga penanganan situasi khusus yang kerap terjadi selama pertandingan.
Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti sesi praktik di Karuna Minisoccer Ketapang yang meliputi simulasi pertandingan, latihan penempatan posisi, penggunaan isyarat wasit, pengelolaan jalannya pertandingan, serta evaluasi langsung dari instruktur.
Pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi situasi pertandingan yang sesungguhnya.
BACA JUGA: Erwin Laksamana Resmi Dilantik sebagai Ketua INKAI Sintang Masa Bhakti 2025-2029
Instruktur pelatihan, Zainal Abidin, S.E., menekankan bahwa kualitas seorang wasit tidak hanya ditentukan oleh pemahaman terhadap peraturan permainan, tetapi juga oleh konsistensi dalam menerapkan regulasi, kemampuan membaca dinamika pertandingan, serta menjaga sikap profesional di setiap kondisi.
“Seorang wasit harus terus belajar dan mengembangkan diri. Regulasi permainan terus berkembang, sehingga peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pertandingan juga semakin baik,” jelasnya.
Komitmen Membangun Ekosistem Mini Football
Kegiatan Coaching Clinic ini merupakan salah satu program pembinaan KSMI Kabupaten Ketapang dalam menyiapkan perangkat pertandingan yang memiliki kompetensi sesuai standar Mini Football.
Pembinaan yang berkesinambungan diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas, menjunjung tinggi sportivitas, serta menciptakan iklim pertandingan yang sehat dan profesional.
Selain menjadi wadah peningkatan kapasitas wasit, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara KSMI Kabupaten Ketapang, KSMI Provinsi Kalimantan Barat, komunitas sepak bola mini, dan para pelaku olahraga dalam membangun ekosistem Mini Football yang semakin maju.
Melalui pelatihan ini, KSMI Kabupaten Ketapang berharap dapat melahirkan wasit-wasit yang kompeten, berintegritas, dan siap mengemban tugas pada berbagai kejuaraan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia olahraga yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di tingkat provinsi maupun nasional.
Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Ketapang merupakan organisasi yang membina, mengembangkan, dan memajukan olahraga sepak bola mini di Kabupaten Ketapang.
Melalui program pembinaan atlet, pelatih, wasit, kompetisi, dan pengembangan organisasi, KSMI berkomitmen mewujudkan ekosistem Mini Football yang profesional, sportif, dan berdaya saing guna mendukung kemajuan olahraga di Indonesia.
(*Red/Ars berkontribusi dalam tulisan ini)






