Cornelis Apresiasi Optimisme Target Lifting Migas, Dorong Kontribusi Maksimal bagi Penerimaan Negara

Rapat pembahasan target lifting migas dan penerimaan negara sektor energi
Proyeksi produksi migas nasional menjadi sorotan dalam upaya memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan kontribusi sektor energi terhadap penerimaan negara./Ist

JAKARTA – Anggota Komisi XII sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., apresiasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, SKK Migas, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah berbagai tantangan sektor energi global.

Apresiasi tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Kepala SKK Migas dan 10 KKKS terbesar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Bacaan Lainnya

“Target lifting migas tercapai dan pendapatan negara bukan pajak tercapai, upaya ini yang didorong” ujarnya

Dalam rapat tersebut, SKK Migas melaporkan bahwa realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL hingga 31 Mei 2026 mencapai 576,2 ribu barrel oil per day (BOPD).

Sementara itu, outlook produksi tahun 2026 berada pada kisaran 602–610 ribu BOPD, sedangkan lifting minyak nasional tahun 2027 diproyeksikan berada pada rentang 602–615 ribu BOPD.

Menurut Cornelis, proyeksi tersebut menunjukkan optimisme sekaligus komitmen pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sebagai salah satu sektor strategis yang menopang ketahanan energi Indonesia.

“Kita tentu mengapresiasi kerja keras pemerintah, SKK Migas, dan seluruh pelaku industri migas yang terus berupaya menjaga tingkat produksi nasional. Di tengah berbagai tantangan yang ada, target lifting yang disampaikan menunjukkan optimisme yang patut didukung bersama,” ujar Cornelis.

BACA JUGA: Rutin Kunjungi Desa hingga Pelosok, Cornelis Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Generasi Berkualitas

Ia berharap berbagai program peningkatan produksi, eksplorasi, dan pengembangan lapangan migas dapat berjalan sesuai rencana sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.

Menurut Cornelis, keberhasilan pencapaian target lifting akan semakin bermakna apabila diikuti dengan kontribusi yang semakin besar terhadap penerimaan negara.

Dengan demikian, manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat melalui berbagai program pembangunan nasional.

“Kita berharap target lifting yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Pada saat yang sama, capaian tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap penerimaan negara, khususnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas, sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.

Selain itu, Cornelis menilai koordinasi dan sinkronisasi data antarinstansi menjadi faktor penting dalam mendukung tata kelola sektor migas yang semakin baik.

Menurutnya, keselarasan data antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Kementerian Keuangan akan memperkuat akurasi perencanaan sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif.

“Agar tak seperti yang lalu, sinergi antar-kementerian dan lembaga tentu perlu terus diperkuat agar data produksi, lifting, maupun penerimaan negara dapat terkelola dengan baik. Kesamaan basis data akan membantu presiden khususnya pemerintah dalam menyusun kebijakan yang semakin tepat dan responsif terhadap kebutuhan sektor energi nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga mencermati proyeksi cost recovery tahun 2027 yang diperkirakan berada pada kisaran US$10,1 miliar hingga US$11,5 miliar.

Dok. Rapat pembahasan target lifting migas dan penerimaan negara sektor energi.

Menurutnya, peningkatan investasi dan aktivitas eksplorasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional pada masa mendatang, yang diharapkan dapat memberikan tambahan PNBP.

Ia menegaskan bahwa DPR mendukung berbagai langkah pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong investasi, eksplorasi, dan pengembangan lapangan migas baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kami mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan investasi dan eksplorasi di sektor migas. Harapannya, investasi yang dilakukan dapat menghasilkan peningkatan produksi yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” kata Cornelis.

Menutup pernyataannya, Cornelis menegaskan bahwa sektor migas memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional.

Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu terus memperkuat kolaborasi agar target produksi, lifting, dan penerimaan negara dapat tercapai secara optimal.

“Apabila target lifting dapat tercapai dan kontribusi terhadap penerimaan negara terus meningkat, maka sektor migas akan semakin kuat dalam mendukung pembangunan nasional dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah tujuan bersama yang perlu terus kita dorong,” pungkas Cornelis.

(*Red/SP berkontribusi dalam tulisan ini)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *