SEMARANG – Senat Mahasiswa IAIN Pontianak menghadiri kegiatan Konsolidasi Nasional Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SEMA PTKIN) se-Indonesia yang diselenggarakan di UIN Walisongo Semarang pada tanggal 19–21 Mei 2026
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para delegasi mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat koordinasi, membangun gagasan kolektif, serta merumuskan langkah bersama dalam merespons isu-isu kebangsaan dan pendidikan tinggi
Konsolidasi nasional tersebut dihadiri oleh 32 delegasi Senat Mahasiswa Universitas maupun Institut PTKIN dari berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran para delegasi menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial sekaligus mitra kritis dalam pembangunan bangsa.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda forum yang meliputi diskusi kebangsaan, penguatan kelembagaan organisasi mahasiswa
BACA JUGA : DEMA Fasya IAIN Pontianak Sampaikan Kekecewaan atas Sikap DPRD Kalbar yang Menolak Audiensi Massa Aksi
penyampaian kondisi daerah masing-masing, hingga perumusan rekomendasi bersama terkait dinamika sosial, pendidikan, dan kebijakan publik yang berkembang di Indonesia saat ini.
Delegasi Senat Mahasiswa IAIN Pontianak menyampaikan bahwa forum konsolidasi nasional ini menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas antarmahasiswa PTKIN sekaligus memperluas jaringan gerakan mahasiswa yang berorientasi pada nilai-nilai intelektual, kritis, dan progresif
Ketua Senat Mahasiswa IAIN Pontianak, Yogie, menyampaikan bahwa konsolidasi nasional ini menjadi langkah penting dalam membangun arah gerakan mahasiswa PTKIN yang lebih terorganisir dan responsif terhadap persoalan bangsa
“Forum ini menjadi ruang bersama bagi mahasiswa PTKIN untuk menyatukan visi dan memperkuat gerakan intelektual mahasiswa Kami melihat bahwa tantangan bangsa hari ini membutuhkan peran mahasiswa yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensi gerakan dan terus menjadi penyambung aspirasi rakyat di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang.
“Mahasiswa tidak boleh kehilangan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Konsolidasi seperti ini penting agar gerakan mahasiswa tetap terarah, solid, dan memiliki keberanian moral dalam mengawal isu-isu publik maupun kebijakan pemerintah,” tambah Yogie.
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, forum tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga mahasiswa dalam mengawal isu-isu pendidikan, demokrasi, kesejahteraan masyarakat, hingga penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah masing-masing.
Dalam forum pleno yang berlangsung dinamis, para delegasi turut membahas berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa PTKIN di daerah, mulai dari akses pendidikan, kualitas pelayanan akademik, hingga posisi mahasiswa dalam menyikapi dinamika sosial-politik nasional
Diskusi yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghasilkan sejumlah poin rekomendasi dan komitmen bersama yang diharapkan dapat menjadi landasan gerakan kolektif mahasiswa PTKIN ke depan.
Kehadiran delegasi Senat Mahasiswa IAIN Pontianak dalam kegiatan ini juga menjadi representasi semangat mahasiswa Kalimantan Barat untuk terus aktif mengambil bagian dalam forum-forum nasional serta memperkuat kontribusi intelektual mahasiswa dalam pembangunan bangsa
Melalui kegiatan Konsolidasi Nasional SEMA PTKIN se-Indonesia ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarorganisasi mahasiswa PTKIN dalam menciptakan gerakan yang adaptif, solutif, dan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Forum ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memiliki posisi penting sebagai penjaga nilai demokrasi, moralitas, dan kontrol sosial di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.





