Kubu Raya — Tiga organisasi di Kalimantan Barat resmi menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalbar, Komunitas Masyarakat Bulukumba (KMB) Kalbar, dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kalbar melakukan penandatanganan kesepahaman kolaborasi di bidang peternakan kambing dan perkebunan, Sabtu (26/4/2026), di Rasau Jaya Sekunder C, Kabupaten Kubu Raya.
Kolaborasi lintas organisasi ini bertujuan mengembangkan kawasan Rasau Jaya Sekunder C sebagai sentra percontohan peternakan kambing terpadu dan perkebunan produktif.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga, membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KMB Kalbar Mustafa Asad beserta jajaran pengurus KMB Kalbar. Dari IKA Unhas Kalbar hadir Sekretaris Surya Widiyananta, Ketua I Andi Hairil, Bendahara Isnarwati, Kabid Pemuda dan Kemasyarakatan Tri Wardana dan Baso Hasan, serta Bidang Kebudayaan Hasanuddin.
BACA JUGA: Halal Bihalal IKA Unhas di Singkawang Perkuat Sinergi Alumni dan Pemerintah
Turut hadir Sekretaris IWSS Kalbar Andi Misralena Patadjai, Ketua IWSS Kubu Raya Warsida bersama segenap pengurus IWSS lainnya. Dukungan juga diberikan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Nuryamin, M.M., perwakilan Polsek Rasau Jaya, serta sejumlah pemangku kepentingan di Kalbar.
Dalam sambutannya, Ketua KMB Kalbar Mustafa Asad menegaskan pentingnya gotong royong antarwarga perantauan asal Sulawesi Selatan di Kalbar.
“Kita ingin bukti nyata bahwa komunitas bisa berkontribusi untuk daerah. Peternakan kambing dan perkebunan ini akan dikelola bersama, hasilnya untuk anggota dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris IKA Unhas Kalbar Surya Widiyananta menambahkan bahwa pihaknya akan berperan dalam pendampingan teknis, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan jejaring pasar.
“Alumni Unhas punya banyak ahli peternakan, pertanian, dan ekonomi. Ini saatnya kita turun langsung,” kata Surya.
Di sisi lain, Sekretaris IWSS Kalbar Andi Misralena Patadjai menekankan peran perempuan dalam program tersebut.
“IWSS akan fokus pada pengolahan hasil ternak dan kebun, seperti susu kambing, abon, hingga produk turunan sayuran. Agar nilai tambahnya naik dan ibu-ibu bisa berdaya,” jelasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Nuryamin, M.M., mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan program percepatan penurunan stunting.
“Asupan protein hewani dari kambing sangat baik untuk keluarga. Kalau dikelola bagus, ini bisa jadi model nasional,” tuturnya.
Ke depan, ketiga organisasi akan membentuk tim kerja bersama untuk pemetaan lahan, pelatihan teknis, penyediaan bibit unggul, serta akses permodalan.
Pada tahap awal, program akan dimulai dengan pembangunan kandang komunal dan demplot perkebunan seluas dua hektare di Rasau Jaya Sekunder C, ungkap Mustafa.
(*Red/SW berkontribusi dalam tulisan ini)





