Dorong Digitalisasi Pendidikan Kalbar, Cornelis Kawal Pemasangan PLTS SuperSUN di 62 Sekolah

Instalasi panel surya PLTS sekolah Kalbar untuk mendukung listrik dan digitalisasi pendidikan di wilayah Landak

LANDAK, APAKALBAR.COM — Menyadari pentingnya pendidikan yang ditopang oleh energi bersih, Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H., terus menunjukkan dedikasinya bagi kemajuan Kalimantan Barat.

Pemanfaatan energi terbarukan di sektor pendidikan ini merupakan wujud pengawalan terhadap program unggulan pemerintah pusat yang diakselerasi di parlemen.

Bacaan Lainnya

Melalui dorongan politiknya dan kolaborasi strategis bersama PT PLN (Persero), sebanyak 62 sekolah di Kabupaten Landak kini telah teraliri listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) SuperSUN.

“62 Sekolah sudah teraliri listrik dengan energi bersih untuk mendorong digitalisasi pendidikan di Kalimantan Barat. Sekolah adalah jantung generasi kita, generasi kita harus memiliki fasilitas belajar yang memadai,” tegasnya.

BACA JUGA: Kerja Keras di DPR RI Berhasil! Cornelis Wujudkan Program Unggulan Presiden: BPBL untuk 832 Warga Kalbar Tuntas 100 Persen

Langkah konkret ini merupakan bagian dari upaya Cornelis untuk menyukseskan Program Digitalisasi Sekolah Pemerintah 2025-2026.

Berdasarkan data resmi dari PLN UID Kalimantan Barat UP3 Mempawah, seluruh 62 sekolah penerima manfaat dari program ini kini telah tuntas berstatus “Nyala”.

Penyelesaian instalasi energi terbarukan ini dieksekusi secara terukur dalam dua tahapan.

Mengacu pada data, Batch I sukses menyala pada periode Agustus hingga September 2025, disusul penyelesaian Batch II yang secara keseluruhan berhasil menyala pada Januari 2026.

“62 sekolah ini sudah berstatus nyala! Kita bersyukur mereka akan belajar dengan metode yang lebih terbarukan,” ujarnya.

Sekolah-sekolah penerima manfaat ini menjangkau wilayah pelosok, di antaranya SDN 11 Sejowet Rantau, SMPN 2 Meranti, hingga SDN 65 Sebua Bongo Nahaya.

“Pelosok-pelosok sekolah menikmati program ini, inilah pentingnya kita mengawasi dan menyuarakan agar semuanya terwujud,” lengkapnya.

Melihat persentase keberhasilan 100% penyelesaian program ini di Landak, Cornelis meyakini target Presiden di 2029 akan terealisasi.

“Energi modern dan ramah lingkungan seperti PLTS sangat bagus dan relevan dengan kondisi geografis Kalimantan Barat. Jika ritme eksekusinya sebaik ini, saya optimis rasio elektrifikasi fasilitas umum di pelosok bisa tuntas sebelum 2029. Semoga ke depan akan lebih banyak sekolah yang terjangkau,” tutupnya.

(*Red/LS Berkontribusi dalam tulisan ini)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *