Ketapang – Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Ketapang–Kayong Utara periode 2025–2028 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Ballroom Grand Zuri, Sabtu (11/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran sektor properti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh Bupati Ketapang yang diwakili Sekretaris Daerah, Repalianto, S.Sos., M.Si., serta Bupati Kayong Utara yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rahadi Usman, M.Pd. Hadir pula Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Pontianak, perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) wilayah Ketapang, sejumlah instansi terkait, pengurus REI Komisariat Sintang, serta pengurus DPD REI Kalimantan Barat.
Ketua Panitia Pelantikan, Dwi Ilham, menegaskan bahwa sektor properti memiliki dampak luas terhadap pergerakan ekonomi.
“PropertyNomic bukan sekadar istilah, tetapi sebuah gerakan nyata. Ketika sektor properti bergerak, maka banyak sektor lain ikut terdorong. Ini yang menjadikan properti sebagai lokomotif ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang berorientasi jangka panjang.
“Kita ingin menghadirkan kawasan hunian yang tidak hanya terjangkau dan layak, tetapi juga ramah lingkungan. Pembangunan tidak boleh mengorbankan masa depan,” tambahnya.
BACA JUGA: 96 Pengembang REI Kalbar Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Profesi, Dukung Program Tiga Juta Rumah
Sementara itu, Ketua REI Komisariat Ketapang–Kayong Utara, H. Elyuzar, yang akrab disapa Bang Eng, menyampaikan komitmen organisasi dalam mendukung program strategis nasional.
“REI Komisariat Ketapang dan Kayong Utara juga bertekad untuk mensukseskan program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan program strategis nasional dan menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo. Ini menjadi komitmen kami untuk turut serta menghadirkan hunian layak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penguatan industri properti daerah.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh stakeholder untuk memperkuat sektor properti di Ketapang dan Kayong Utara. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Ketua DPD REI Kalimantan Barat, H. Baharudin, menilai pelantikan ini sebagai langkah konsolidasi organisasi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan arah organisasi dalam menjawab kebutuhan riil daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa REI harus mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
“DPD REI Kalimantan Barat mendorong Komisariat Ketapang–Kayong Utara untuk memperkuat peran sebagai penggerak ekosistem properti yang produktif, terukur, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Baharudin juga menekankan pentingnya konsistensi dalam mendukung program nasional.
“Kami menekankan pentingnya konsistensi dalam mendukung program nasional, termasuk pembangunan 3 juta rumah bagi MBR, dengan tetap menjaga kualitas, tata ruang, serta keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Ia menutup dengan penegasan soal kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan stakeholder harus dijalankan secara konkret, bukan hanya komitmen normatif,” tutupnya.
Dengan pelantikan ini, REI Komisariat Ketapang–Kayong Utara diharapkan mampu memperkuat kontribusi sektor properti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. *





