KETAPANG, APAKALBAR.COM — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Ketapang (FKDM Ketapang) melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, pada Rabu (4/3/2026) pukul 13.30 WIB di kediaman pribadi Bupati Ketapang.
Audiensi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara FKDM dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, sekaligus menyosialisasikan peran dan fungsi FKDM serta menyampaikan progres kegiatan dan rencana strategis organisasi pada 2026.
Rombongan FKDM Ketapang dipimpin Ketua FKDM Ketapang L.Y. Lukman, SH., M.AP dari unsur Dewan Adat Dayak Ketapang. Turut hadir Sekretaris FKDM Ketapang Fachrur Rizal, M.Pd dari unsur akademisi STAI Al-Haudl Ketapang, serta pengurus lainnya yakni Zulhaida dari Ikatan Keluarga Besar Sumatera Barat Ketapang, H. Mahud dari Ikatan Keluarga Besar Madura Ketapang, dan Jainul Rohman dari Paguyuban Jawa Ketapang.
Dalam pertemuan tersebut, FKDM Ketapang memaparkan tugas dan fungsi organisasi sesuai regulasi, progres kegiatan yang telah dilaksanakan, serta rencana pembentukan empat FKDM kecamatan, yakni di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Benua Kayong, Delta Pawan, dan Muara Pawan.
BACA JUGA: PT. MPK Diduga Langgar 15 Poin Kesepakatan dengan Masyarakat Ketapang
Selain itu, FKDM juga menyampaikan rencana pengukuhan FKDM Kabupaten dan 20 FKDM kecamatan, serta agenda pendidikan dan pelatihan FKDM pada 2026 untuk memperkuat kapasitas cegah tangkal dini terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG).
Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam arahannya menegaskan bahwa FKDM harus menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah yang telah diperbarui melalui Permendagri Nomor 46 Tahun 2019.
“FKDM harus menjadi sumber informasi strategis bagi pemerintah daerah terkait berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di wilayah Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander.

Ia juga menegaskan bahwa FKDM diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam melakukan upaya cegah tangkal dini secara berkelanjutan.
“Peran FKDM sangat penting dalam membangun kewaspadaan masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat harus terus diperkuat,” tambahnya.
Selain itu, Alexander juga meminta agar FKDM hingga tingkat kecamatan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan dini.
“Seluruh program dan kegiatan FKDM juga perlu dipublikasikan melalui media sosial resmi agar masyarakat di seluruh kecamatan dapat mengetahui kinerja organisasi ini,” katanya.
Menurutnya, penguatan koordinasi dan konsolidasi antara FKDM dengan berbagai elemen masyarakat dan stakeholder menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah.
Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara FKDM Ketapang dan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga stabilitas daerah yang aman, kondusif, dan harmonis melalui pendekatan partisipatif serta kewaspadaan dini berbasis masyarakat.
(*Red/Hn Berkontribusi dalam tulisan ini)





