MEMPAWAH – Upaya memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran terus diperkuat di tingkat akar rumput. Petugas Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mempawah melakukan verifikasi dan validasi data langsung ke lapangan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kamis (9/4).
Langkah jemput bola ini dilakukan untuk mencocokkan data kemiskinan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dengan kondisi riil masyarakat di lapangan. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi laporan mengenai bantuan yang salah sasaran atau tidak tepat guna.
Dalam proses survei tersebut, petugas menyisir pemukiman warga didampingi oleh pengurus lingkungan setempat untuk memastikan transparansi data.
BACA JUGA Sinergi Pendamping PKH dan BPS Mempawah dalam Verifikasi Data Penerima Bansos
Dzulkarnain, selaku Ketua RT setempat, menyatakan dukungannya terhadap proses verifikasi faktual ini. Menurutnya, keterlibatan pihak RT sangat penting untuk memberikan informasi yang objektif mengenai kondisi ekonomi warga yang sebenarnya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah verifikasi langsung ini. Dengan turun ke lapangan, petugas bisa melihat sendiri siapa yang memang layak dibantu. Kami selaku pengurus RT ingin memastikan data yang dikirim ke pusat benar-benar valid dan tidak ada warga yang berhak namun terlewatkan,” ujar Dzulkarnain.
Sementara itu, tim Pendamping PKH menjelaskan bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar pemutakhiran data yang akan dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Sosial. Proses verifikasi mencakup pengecekan aset, kondisi hunian, hingga jumlah tanggungan keluarga.
Sinergi antara instansi vertikal seperti BPS, pendamping lapangan, dan perangkat lingkungan seperti Ketua RT diharapkan dapat meminimalisir polemik data bansos di masyarakat. Dengan data yang akurat, diharapkan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Mempawah dapat berjalan lebih efektif dan efisien.





