Buka Puasa Bersama REI Kalbar Jadi Ajang Perkuat Sinergi Pengembang dan Perbankan

PONTIANAK — Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat menggelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu, Rabu (25/2/2026), di Ballroom Meranti Hotel Mercure Pontianak. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota pengembang REI Kalbar serta sejumlah pimpinan perbankan di Pontianak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Bank BTN Pontianak, Kepala Cabang Bank BNI Pontianak, Kepala Cabang Bank BSI Pontianak, Kepala Cabang Bank Mandiri Pontianak, jajaran Direksi BPD Bank Kalbar, Direksi Bank Mega Pontianak, serta Manager KPR Bank BRI Pontianak.

Bacaan Lainnya

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Habib Muhammad Iskandar Al-Qadrie yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Maulana Sultan Muhammad.

Ketua DPD REI Kalimantan Barat, Baharudin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pengembang dan perbankan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan di daerah.

“Sektor perumahan memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi yang kuat antara pengembang dan perbankan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan dan stabilitas industri properti,”ujar Baharudin.

BACA JUGA: 96 Pengembang REI Kalbar Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Profesi, Dukung Program Tiga Juta Rumah

Menurutnya, kebutuhan hunian di Kalimantan Barat masih tinggi, sehingga dukungan pembiayaan yang stabil serta proses kredit yang efisien menjadi faktor penting dalam keberlangsungan proyek perumahan.

Baharudin juga menyampaikan bahwa Kalimantan Barat saat ini berada pada peringkat ke-10 nasional dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan total 8.957 unit rumah yang telah terealisasi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor perumahan di Kalimantan Barat memiliki potensi yang besar. Dengan dukungan pembiayaan yang kuat dari perbankan, kami optimistis penyaluran rumah subsidi akan terus meningkat,”katanya.

Sekretaris DPD REI Kalimantan Barat, Mansur Zahri, menambahkan bahwa hubungan antara pengembang dan perbankan merupakan bagian dari ekosistem yang saling berkaitan.

“Pengembang membutuhkan kepastian dan kecepatan akses pembiayaan, sementara perbankan memerlukan proyek yang feasible dan memiliki manajemen risiko yang terukur. Transparansi, tata kelola yang baik, dan komunikasi berbasis data menjadi fondasi kepercayaan,” kata Mansur Zahri.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi.

DPD REI Kalimantan Barat menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan guna mendukung penyediaan hunian layak serta menjaga stabilitas industri properti di daerah.

Reporter: Dz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *