APAKALBAR.COM – Perjuangan tanpa henti Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H., kembali membawa senyum bagi masyarakat kecil di Kalimantan Barat.
Berkat kerja kerasnya mengawal aspirasi rakyat di Senayan, Proyek Strategis Nasional (PSN) Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) berhasil direalisasikan dengan pencapaian sempurna.
Bersinergi dengan PT PLN (Persero), Cornelis memastikan sebanyak 832 rumah tangga prasejahtera di Kabupaten Landak berhasil menerima BPBL secara gratis pada tahun 2025.
“Tanggal 24 Februari lalu saya ke PLN ULP Ngabang untuk memastikan program prioritas nasional ini berprogres baik, dan saya mendapat laporan 832 rumah sudah teraliri listrik,” jelasnya.
Dalam dokumen laporan PLN UP3 Mempawah, rincian data menunjukkan penyaluran 832 bantuan ini terbagi dalam dua gelombang, di mana Batch I mencakup 285 penerima dan Batch II sukses menjangkau 547 penerima manfaat.
Capaian gemilang di Kabupaten Landak ini merupakan bagian dari kesuksesan makro Provinsi Kalimantan Barat.
Berdasarkan data Kementerian ESDM per 9 Februari 2026, dari total kuota 4.000 pelanggan BPBL untuk seluruh Kalbar di tahun 2025, realisasinya sukses mencapai 100 persen menyala.
“Semuanya sudah terealiasi. Berdasarkan data, kuota ribuan pelanggan se-Kalbar sudah menyala 100 persen. Ini prestasi luar biasa! Syukurlah akhirnya masyarakat dapat menikmati aliran listrik di rumahnya. Inilah makna kedaulatan energi sesungguhnya,” ucapnya penuh kebanggaan.
Penerima BPBL di Landak merata menjangkau pelosok desa di berbagai kecamatan, seperti Kecamatan Mandor, Mempawah Hulu, Menjalin, Sengah Temila, hingga Air Besar dan Kuala Behe.
Sebagai contoh, di Desa Tunang (Mempawah Hulu) terdapat 55 penerima, sementara di Desa Aur Sampuk (Sengah Temila) tercatat 57 keluarga penerima manfaat.
“Program ini hingga ke pelosok desa, semua harus merasakan, tanpa tebang pilih,” tegasnya.
Melihat data keberhasilan BPBL yang mencapai angka sempurna ini, Cornelis memberikan kesimpulan yang sangat meyakinkan terkait visi pemerintah.
“Jika melihat data riil di mana target BPBL Kalbar bisa tuntas 100 persen, saya yakin program unggulan Presiden untuk menihilkan desa gelap gulita di tahun 2029 pasti tercapai,” simpulnya optimis.
Bagi Cornelis, lewat pemerataan energi ini, negara telah melakukan langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, memastikan bahwa setiap tetes keringat perjuangan di Senayan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat.
(*Red/LS Berkontribusi dalam tulisan ini)


