Secara Data, ketahanan energi nasional Indonesia saat ini berada pada level aman, yakni di kisaran 22 hingga 27 hari
Angka ini menunjukkan bahwa secara nasional, stok BBM tidak dalam kondisi “habis”.
Masalahnya Antrean terjadi karena keterlambatan distribusi (supply chain lag) yang dipicu oleh lonjakan permintaan mendadak (panik)
Serta kendala logistik di titik-titik tertentu, bukan karena ketiadaan produk di tangki penyimpanan pusat
Tekanan Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah dunia (Brent/WTI) yang fluktuatif akibat ketegangan geopolitik menyebabkan beban subsidi negara membengkak
BACA JUGA : Polres Kubu Raya Selidiki Kasus Kematian Santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia
Data menunjukkan bahwa selisih antara harga keekonomian dan harga jual eceran (HJE) BBM bersubsidi semakin lebar. Hal ini sering memicu isu
“kenaikan harga” yang kemudian membuat masyarakat berbondong-bondong ke SPBU sebelum kebijakan berlaku
Dampak Efek Domino Buying
Secara psikologi ekonomi, antrean panjang adalah hasil dari ekspektasi negatif
Ketika masyarakat mendengar isu kelangkaan, mereka cenderung melakukan pengisian tangki penuh (full tank) secara serentak
Contoh: Jika biasanya sebuah SPBU melayani 500 kendaraan/hari dengan rata-rata 10 liter, lalu tiba-tiba 1.000 kendaraan datang meminta 40 liter
Maka stok harian SPBU tersebut akan habis dalam hitungan jam sebelum truk tangki berikutnya tiba
Antrean panjang adalah “alarm” bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem kuota per wilayah dan memperketat pengawasan agar BBM bersubsidi tidak bocor ke industri besar
Stok yang cukup di level nasional tidak akan berarti apa-apa jika distribusi di level retail tidak mampu merespons lonjakan permintaan secara instan





