TEHERAN – Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, Minggu (1/3/2026)
Menanggapi tewasnya sang pemimpin, Teheran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan bersumpah akan melancarkan aksi balasan yang “paling ganas” dalam sejarah Republik Islam
Konfirmasi Kematian Stasiun televisi pemerintah Iran mengonfirmasi Khamenei tewas dalam serangan yang menghantam kantor dan kediamannya di Teheran pada Sabtu pagi
Serangan tersebut dilaporkan juga menewaskan beberapa anggota keluarga dan pejabat tinggi militer.
Sumpah Pembalasan IRGC mengumumkan dimulainya operasi ofensif yang disebut “Operasi True Promise 3”
Mereka memperingatkan akan menargetkan aset militer dan keamanan AS serta Israel di kawasan Timur Tengah dengan rudal canggih dan drone
Reaksi Internasional Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi keterlibatan negaranya, menyebut serangan tersebut sebagai langkah untuk mengakhiri rezim yang dianggap berbahaya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa “keadilan telah ditegakkan.”
Kondisi Terkini Eskalasi langsung terasa di kawasan dengan laporan serangan balasan Iran yang menyasar pangkalan AS di beberapa negara Teluk
Beberapa wilayah udara di Timur Tengah kini telah ditutup untuk penerbangan sipil
Pemerintah Iran saat ini tengah dalam proses menentukan suksesi kepemimpinan, dengan nama Ali Larijani muncul sebagai sosok kunci yang diprediksi akan mengambil kendali sementara di tengah situasi darurat ini





