Gubernur Kalbar Dorong Percepatan Ekonomi Syariah sebagai Motor Pertumbuhan Daerah

Ria Norsan Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Ekonomi Syariah Kalbar
Ria Norsan Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Ekonomi Syariah Kalbar

PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan menegaskan pentingnya percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Barat melalui kerja kolaboratif lintas sektor. Penegasan itu disampaikan saat membuka Coffee Morning Sinergi Aksi Realisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah (SIAR) ke-2 di Aula Bank Kalbar, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar ini menjadikan Bank Kalbar Syariah sebagai tuan rumah dan mempertemukan pemangku kepentingan strategis sektor ekonomi syariah daerah.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah harus dilakukan secara terintegrasi, khususnya pada tiga pilar utama: industri halal, keuangan syariah, dan keuangan sosial syariah—termasuk zakat dan wakaf. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki daya ungkit besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ekonomi syariah bukan hanya alternatif, tetapi menjadi motor pertumbuhan baru yang harus dibangun secara sistematis dan kolaboratif,” ujar Ria Norsan.

BACA JUGA: FEBI IAIN Pontianak Dorong Integrasi Ekonomi Syariah dalam RPJMN dan RPJMD di Forum Internasional

Acara ini dihadiri Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi, Direktur Eksekutif KDEKS Kalbar Prof. Dr. Eddy Suratman, Kepala OJK Kalimantan Barat Rochmadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, serta perwakilan OPD dan lembaga non-OPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi menyatakan kesiapan Bank Kalbar untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah daerah melalui pembiayaan, penguatan kelembagaan, dan pembangunan ekosistem. Menurutnya, Bank Kalbar berkomitmen memfasilitasi program KDEKS sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan ekonomi Kalbar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KDEKS Kalbar Prof. Dr. Eddy Suratman menekankan pentingnya optimalisasi kinerja tim KDEKS dalam rangka menghadapi Anugerah Adinata Syariah Award 2026. Ia menyoroti aspek pengelolaan data sebagai fondasi kebijakan dan penguatan program ekonomi syariah daerah.

Pada sesi diskusi, Dr. Rasiam memaparkan progres pengisian instrumen Adinata Syariah Award 2026 yang diselenggarakan KNEKS. Sejumlah indikator dinyatakan telah terisi sesuai template dan menunjukkan peningkatan kinerja.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan menyepakati langkah strategis terukur guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah unggulan ekonomi syariah nasional.

Reporter: Dz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *