Aksi Jilid 3 Aliansi Kalbar Menggugat : Menagih Janji DPRD Kalbar

Dokumentasi Aksi diruangan Sidang Paripurna DPRD Kalbar

PONTIANAK – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Barat yang tergabung dalam aliansi Kalbar Menggugat Jilid 3 pada Rabu (26/11/2025), sempat diwarnai kericuhan sebelum akhirnya massa berhasil menduduki Ruang Rapat Paripurna Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalbar.

Situasi memanas setelah puluhan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat berupaya mendesak masuk, dikarenakan merasa dihalang-halangi dan adanya informasi bahwa Ketua DPRD tidak bersedia menemui mereka di bawah. Aksi tersebut semakin memuncak ketika massa membakar ban sebagai bentuk protes, memaksa pihak keamanan untuk memberikan akses.

Bacaan Lainnya

Haris Ramadhan Selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Pontianak Menegaskan

“Turunnya kami kejalan hingga aksi jilid 3 ini merupakan bentuk bukti pengawalan kami selaku Mahasiswa untuk kebaikan Kalimantan Barat dan harapan kami sebenarnya kami langsung masuk keruangan paripurna tanpa ada gesekan dengan pihak kepolisian tapi faktanya kami masih digesekan denga pihak keamanan” Ujarnya

Ketegangan massa akhirnya mereda setelah Ketua DPRD Kalbar, Aloysius, bersama unsur pimpinan dewan lainnya, Prabasa Anantatur, dan Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menemui para mahasiswa di Ruang Rapat Paripurna. Dalam suasana yang tidak biasa, pertemuan tersebut berlangsung secara lesehan (duduk di lantai) sebagai simbol penerimaan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kalbar, Aloysius, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pada aksi sebelumnya dan menjelaskan komitmen dewan.

“Kami memperbolehkan jika mahasiswa ingin mendengarkan kajian mahasiswa terkait persoalan lingkungan, kesehatan dan pembangunan, silakan ajukan surat, kami akan mengakomodir dalam bentuk RDP dan disampaikan pada Gubernur untuk menjadi pertimbangan,” ujar Aloysius, seraya mengakui bahwa pemotongan dana transfer keuangan daerah turut menjadi perhatian dalam rencana pembangunan infrastruktur” Ujarnya

 

Reporter : DZ

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *